Mitos Seputar Cokelat

1.    Cokelat dapat menyebabkan caries pada gigi pada anak-anak

Faktanya :

–  Cokelat yang asli, dalam hal ini kakao yang belum dicampur gula, bahkan mengandung tiga zat yang menghambat terbentuknya karies atau pembusukan pada gigi. Dalam tulisannya mengenai cokelat, pemilik L’atelier du Chocolat Francis Mestre menyebutkan, tanin yang mengandung polyhydroxyphenol yang mencegah berkembangnya mikroba di mulut. Cokelat juga mengandung flour yang baik untuk gigi serta fosfat yang menetralkan keasaman yang ditimbulkan gula.

–  Beberapa penelitian tentang gigi menyatakan bahwa cokelat  mengandung mentega cocoa, yang ada secara alami dalam lemak sayur, yang membantu cokelat membersihkan mulut dengan cepat (Journal of Dental Research, tahun 1991).

–  Tim peneliti dari Eastman Dental Center (Pusat Gigi Eastman), Rochester, AS, menyebutkan cokelat mampu menjegal perkembangan bakteri mulut penyebab kerusakan gigi, berkat kandungan fosfatnya yang tinggi. Dari sekian jenis cokelat olahan, cokelat susu (milk cooking chocolate) memiliki kemampuan paling rendah dalam mengendalikan bakteri mulut. Karena cokelat susu mengandung campuran cokelat murni paling sedikit.

–  Cokelat mengandung lemak cokelat yang bekerja membungkus email gigi sehingga menghindarkan gigi dari timbunan plak.

–  Para peneliti menemukan bahwa bagian luar keras yang biasanya dibuang dalam produksi cokelat—mempunyai efek anti bakteri terhadap mulut dan dapat “bertarung” secara efektif melawan karang gigi dan unsur-unsur perusak lainnya. Kerusakan gigi terjadi ketika bakteri dalam mulut mengubah gula menjadi asam, yang menggerogoti permukaan gigi dan penyebab gigi berlubang. Adanya unsur antibakteri yang terdapat pada bagian luar cokelat yang keras mampu mengimbangi kadar gula yang tinggi.

–  Yang sebenarnya menjatuhkan citra cokelat sebagai perusak gigi tak lain adalah produk cokelat olahan yang dicampur lemak cokelat gadungan. Dalam pengolahan cokelat, mestinya bahan baku padatan cokelat dicampur dengan lemak cokelat. Namun prosedur ini sering dilanggar, lantaran lemak cokelat diganti dengan minyak goreng, lantaran lebih murah. Akibatnya, keunggulannya melindungi gigi dari serangan bakteri mulut menjadi sirna karena produk olahan cokelat tidak lagi mengandung cukup lemak cokelat.

(Sumber:http://www.ilmukesehatangigi.com)

2.    Cokelat dapat menyebabkan jerawat

Faktanya : Tidak ada bukti yang benar yang menyatakan makan cokelat menyebabkan jerawat atau memicu jerawat. Jerawat timbul akibat pertambahan hormon yang menyebabkan kelenjar mengeluarkan sebum, yang mengalir ke permukaan kulit. Jika pengalirannya tersekat, sebum terkumpul lalu membentuk jerawat. Bahkan, menurut penelitian, coklat hitam adalah sumber alami dari flavonol, antioksidan kuat. Sedikit coklat hitam setiap hari menyehatkan bahkan untuk penderita jerawat

3.    Kandungan kafein pada coklat lebih rendah dibandingkan kopi atau teh. Kafein ini berfungsi sebagai stimulant. Umumnya, kafein ditemukan secara alami pada biji cokelat, chocolate bar umumnya memiliki kurang dari 10 mg kafein, Hot cocoa memiliki 2-20 mg kafein, dan milk chocolate memiliki 1-15 mg kafein. Namun coklat gelap atau dark coklat memiliki kadar yang lebih tinggi.

4.    Cokelat dapat menyebabkan kelebihan berat badan

Cokelat mengandung lemak nabati yang didalamnya memiliki kandungan antioksidan fenol dan flavonoid yang berfungsi menangkal radikal bebas di dalam tubuh. Fenol sebagai antioksidan mampu melindungi pembuluh darah dari efek radikal bebas yang bisa mengakibatkan terjadinya atherosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah, mengurangi kolestrol pada darah sehingga dapat mengurangi resiko jantung dan mencegah timbulnya kanker pada tubuh, mencegah timbulnya stroke dan darah tinggi. Namun cokelat yang beredar di pasaran saat ini kebanyakan sudah diambil lemak nabatinya karena memiliki nilai ekonomis tinggi sebagai campuran obat, kosmetik, dsb dan digantikan oleh lemak hewani serta ditambahkan bahan-bahan lainnya untuk meningkatkan cita rasa seperti minyak palem, gula, susu, kacang-kacangan, dll sehingga menyumbang kalori lebih besar terhadap tubuh. Ditambah, kebanyakan orang jika sudah mengkonsumsi cokelat, sulit untuk berhenti karena rasanya yang enak. Sehingga, kesimpulannya cokelat tidak menyebabkan kegemukan. Namun, pola makan yang salahlah yang menyebabkan kegemukan.

5.    Coklat sering dikaitkan sebagai makanan yang dapat menyebabkan migrain, penelitian yang sudah dilakukan bahwa belum ada yang menunjukan bahwa coklat dapat menyebabkan migrain. Namun pada beberapa orang yang sensitif mungkin cokelat dikaitkan dengan salah satu pencetu migrain, karena kandungan kafein yang terdapat pada cokelat. Kafein dapat menyebabkan gejala sakit kepala dan darah tinggi dikaitkan dengan fungsinya sebagai stimulant.

6.    Coklat dapat menyebabkan kadar insulin meningkat pada penderita diabetes

Penderita diabetes harus membatasi konsumsi gula sederhana seperti sukrosa yang terdapat pada cokelat karena gula sederhana yang terkandung pada cokelat cepat diserap dan meningkatkan kadar insulin yang berakibat hiperinsulinemia pada penderita diabetes. Namun berdasarkan penelitian diketahui bahwa penderita diabetes dapat mengkonsumsi sukrosa dalam jumlah terbatas. Penderita diabetes masih dapat mengkonsumsi coklat dalam jumlah sedikit tanpa mempengaruhi kadar gula darahnya. Disarankan, lebih baik membaca informasi nilai gizi gula yang tertera pada kemasan cokelat.

7.    Coklat dengan kaitannya dapat memperbaiki mood

Coklat mengandung bioaktif seperti tyramine dan phenyletylamine dan berdasarkan suatu penelitian mengahasilkan hipotesis bahwa karbohidrat dapat meningkatkan mood seseorang dengan meningkatnya kadar serotinin. Serotinin membantu stimulasi otak sehingga kita merasa santai dan tenang seseorang. Selain itu, zat terbanyak dalam cokelat adalah theobromin yang dapat menstimulasi jaringan saraf dan jantung yang dapat membuat seseorang terjada dan beremangat. Theobromin juga terdapat pada kopi dan teh. Cokelat juga mengandung phenylethylamine yang berfungsi membantu penyerapan dalam otak yang menghasilkan dopamine yang menyebabkan perasaan gembira seseorang.

8.    Cokelat dapat menimbulkan kecanduan

Makan cokelat tidak akan menimbulkan kecanduan, tetapi bagi sebagian orang rasa coklat yang enak mungkin menyebabkan kerinduan untuk mengkonsumsinya kembali. Ini yang disebut chocolate craving. Dampak coklat terhadap perilaku dan suasana hati (mood) terkait erat dengan chocolate craving. Rindu coklat bisa karena aromanya, teksturnya, manis-pahitnya dsb.  Secara ilmiah, hal ini dikaitkan dengan kandungan phenylethylamine, substansi mirip amphetamine, yang dapat meningkatkan serapan triptofan ke dalam otak yang kemudian menghasilkan dopamin. Dampak dopamin adalah muncul perasaan senang dan perbaikan suasana hati. Phenylethylamine juga dianggap mempunyai khasiat aphrodisiac yang memunculkan perasaan hati berbunga seperti orang sedang jatuh cinta.

3 responses to “Mitos Seputar Cokelat

  1. terra…ini gita…
    ternyata dikau punya blog…
    bagus isinya… apalagi postingan yg ini…
    suka ak baca2 tntang cokelat…hehe
    nulis terus ya! :)k baca2 tntang cokelat…hehe
    nulis terus ya!🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s